aku… akan terus berjalan, banyak hal yang harus aku selesaikan secepatnya…
| S | S | R | K | J | S | M |
|---|---|---|---|---|---|---|
| « Mar | ||||||
| 1 | ||||||
| 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 |
| 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 |
| 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 |
| 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 |
| 30 | 31 | |||||
kaki ini mungkin sudah sangat lelah
dan sekujur tubuhku penuh dengan peluh
tapi bukan di sini aku harus berhenti
tujuanku masih sangat jauh..
Tubuh ini memang telah limbung,
gontai dengan beban yang hampir tak bisa ku angkat lagi
tapi ini masih hutan belantara penuh ilalang
dan bukan di sini tujuanku
mungkin seluruh energi dari makanan yang makan tadi pagi,
sudah habis di lumat oleh bukit-bukit itu,
tapi hati ini masih ingin sampai tujuan.
dan hanya itu kekuatanku yang tersisa.
Tekadku telah ku bulatkan..
hati ku masih belum ingin menyerah…
biarlah tubuh ini hancur…
tapi hatiku akan tetap berdiri …
dan aku yakin
Berawal dari sebuah obrolan singkat yang amat menarik dengan sahabatku di minggu malam, dia seorang lelaki bersahaja yang sangat cerdas ya menurutku mungkin juga menurut semua orang yang mengenalnya.
Malam itu ia datang dengan wajah yang sangat pucat, tapi guratan semangat itu tetap da dalam wajahnya, walaupun aku tahu begitu banyak cobaan yang ia hadapi, ia tersenyum begitu menyejukkan, menyapaku sama riangnya ketika dia baik-baik saja.
Ku peluk erat tubuhnya bukti betapa aku bangga menjadi sahabatnya, saat aku sangat butuh pertolongan dia orang pertama yang dengan senang hati menolongku dengan semua yang ia miliki. Aku berhutang separuh nyawaku padanya, tapi kini dia datang dengan tertunduk lesu….
… continue reading this entry.
Kita pasti pernah merasakan jenuh, mendapatkan tekanan yang sangat kuat dari permasalahn yang kita hadapi dan sangat sulit kita hindari, kita pasti ngga mau berada pada situasi itu tapi sayangnya kita mau ngga mau sudah ada pada situasi itu.
Terkadang kita lebih senang menhindarinya dengan melakukan aktivitas yang menurut diri kita dapat membuat diri kita terbebas dari rasa jenuh itu, sayangnya kita hanya dapat mengalihkan kejenuhan hanya dalam waktu yang sangat singkat.
Kenapa kita ngga mulai mencoba menghadapi rasa jenuh itu, permasalahan yang memberikita tekanan begitu dahsyat itu???????
Melihat kembali setiap peristiwa yang kita alami, mengingat kembali setiap detil langkah kehidupan kita, merekontruksi setiap masalah kita dan menyelesaikannya, memaafkan diri kita, memaafkan orang lain dan kembali kepada jalan fitrah kita..
Memulainya kembali dari awal lagi…. kembali menata benang kehidupan kita, mengubahnya menjadi sulaman indah yang tak lagi penuh dengan kekusutan..
Memang benar ini sangat mudah di ucapkan, tapi akan butuh perjungan untuk dapat melakukannya
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!